
Penyakit kardiovaskular (cardiovascular disease / CVD) meliputi kelainan pada sistem jantung dan pembuluh darah menurut Laporan Kesehatan Dunia 2003 telah memakan korban hingga 16,7 juta jiwa tiap tahunnya, ± 29,2% dari total kematian di seluruh dunia. Dari jumlah kematian ini, 80%-nya ini terjadi di Negara berpendapatan rendah dan berkembang, termasuk Indonesia.
Tahun ini, penyakit kardiovaskular merupakan penyebab utama kematian di Negara berkembang, menyerang baik laki-laki maupun wanita, diberbagai letak geografis/ wilayah, maupun keadaan sosial-ekonomi, sehingga siapapun yang kurang memperhatikan kesehatannya, akan berisiko tinggi terkena penyakit ini.
Penyakit kardiovaskuler yang utama meliputi :
- Koroner (atau iskemik) penyakit jantung (serangan jantung)
- Penyakit serebrovaskular (stroke)
- Hipertensi (tekanan darah tinggi)
- Gagal jantung
- Penyakit jantung reumatik
Mengapa hal ini terjadi?
Penyakit Kardiovaskular terjadi akibat perubahan-perubahan gaya hidup alias life-style. Orang lebih cenderung mengkonsumsi makanan padat energy, dengan pola makan yang buruk dengan gizi seimbang (konsumsi lemak, garam dan makanan olahan, rendahnya konsumsi buah dan sayur), kurangnya aktivitas fisik, merokok. Factor ini meningkatkan risiko tekanan darah tinggi, kolesterol, kelebihan berat badan dan obesitas, serta berbagai penyakit menahun lain seperti diabetes. Penyakit ini akan berujung pada penyakit-penyakit kardiovaskular.
Apa yang bisa dilakukan?
Seseorang yang pernah mengalami serangan jantung dan stroke memiliki kecenderungan untuk kambuh dan mengakibatkan kematian. Namun hal ini dapat dihindari dengan penggunaan kombinasi obat-obatan yang berfungsi menurunkan tekanan dan kadar kolesterol darah. Namun, usaha terbaik tetaplah usaha pencegahan, dengan memberikan pelayanan dan penyuluhan kesehatan yang lebih baik dan meluas.
INGAT!!! Berbagai usaha pencegahan dapat dilakukan, meliputi :
Batasi asupan energy yang berasal dari lemak
Ganti asupan lemak dari konsumsi lemak jenuh menjadi lemak tak jenuh
Tingkatkan konsumsi asam lemak omega-3 yang berasal dari minyak ikan dan tumbuh-tumbuhan
Perbanyak konsumsi buah, sayur, kacang-kacangan, dan biji-bijian
Hindari makanan asin dan manis
Lakukan aktivitas fisik, minimal 30 menit tiap hari
Hindari merokok
Pertahankan berat badan ideal
Lakukan pengukuran tekanan darah secara rutin
Sumber : Yayasan Jantung Indonesia










